Assalamu’alaikum Wr.Wb
      Mendikbud, Anies Baswedan resmi mengumumkan bahwa kurikulum 2013 yang diperuntukkan bagi kaum pelajar semua enjang pendidikan di Indonesia resmi dihapuskan atau menurut Saya sendiri ditunda dulu. Terhitung mulai semester genap nanti. Hal itu disebabkan masih banyak sekolah yang belum menerima buku yang berorientasi ke kurikulum 2013 itu sendiri.

    Akan tetapi, bagi sekolah yang telah menerapkan kurikulum 2013 selama 3 semester terhitung sejak tahun ajaran 2013/2014 masih menggunakan kurikulum tersebut dan menjadi sekolah contoh bagi sekolah lainnya. Yah, terpaksa sekolah saya masih menggunakan kurikulum 2013. Tapi, nggakpapa. Pulang sore pulang malam sudah biasa.  Baca selengkapnya disini
       Yang jadi pertanyaannya “mau dibawa kemana buku-buku itu ?”
     Untuk menjawab pertanyaan tersebut Sandhi sampai-sampai harus tanya sama mbak-mbak Gramedia. Pertanyaan saya malah dijawab dengan dingin. Sedingin tangannya Mbak Yeyen ( penjual kartu Yugi-Ah yang saya temui 2 abad lalu ) Dia wanita yang menyadarkan saya bagaimana kerasnya zaman penjajahan. Lah, apa hubungannya  ?
      Memang sih kita nggak ada hubungan, ya tapi semua itu tergantung yang diatas ya. Overall saya suka bagian pahanya…kenyal, gurih, apalagi kalau ditambah susu. Enak banget
Eitssssss jangan ngeres loh
      Ok ok kita akan bicara serius. Hanya aku, kamu , dan lilin kecil dimatamu yang tau.           . Asekk.
Ada 3 poin penting kemana buku itu harus dibawa  ?
   1. Buku itu bisa kita sumbangin ke anggota DPR, supaya mereka juga bisa belajar. Apa itu pendidikan berkarakter ? Supaya bisa membentuk karakter mereka yang tadinya suka nonton video porno di rapat hingga akhirnya mereka bisa langsung eksekusi pada saat rapat juga. Kan, hakekatnya kurikulum tersebut banyak aksi dan minim reaksi tapi juga tak sedikit er**si. Hahaa, ok tadi itu ngaco. Pokoknya yang terpenting kurikulum 2013 harus ditanamkan ke anggota dewan.
    2. Buku itu seharunya di sumbangkan ke anak-anak jalanan yang masih mempunyai sisi marjinalitas mereka. Tapi mereka tak sehina nomor 1 diatas ya !!! Hehe
    3. Buku itu seharusnya ditempatkan dimana semestinya buku-buku pada umumnya ditempatkan. Ya tau sendirilah dimana. Di dalam goa yang gelap dengan akar-akar yang mengerikan ? Atau mungkin bisa Akar yang didalamnya terdapat goa-goa penuh stalakmit stalaktit tempat kita mengadu cumbu ? . itu tadi puitis ya Haha

   Ok tadi itu 3 solusi menurut seorang ekonom Sandhi Zukhruf yang telah melintasi dunia baru mencari rempah-rempah dengan prinsip 3G ( Gaul , Gali , Gace ) akibat Konstantinopel yang jatuh ke tangan Pak Usmani.
   Pada intinya semua kurikulum itu mengajarkan untuk membentuk pribadi yang lebih baik. “Karena Baik itu pasti tidak jahat”

Sekian dari saya.
Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb

Big thanks :
     – Allah SWT
     – Semua Jajaran Guru RI
     – Bapak Ibu
     – Perempuan Masa Depan ” Tatjana Saphira”

Advertisements